Pernikahan bukanlah Perlombaan



Menikah bukanlah masalah cepat atau lambat, siapa cepat dialah pemenang. Namun menikah adalah sebuah komitmen suatu hal yang harus dijalani secara bersama sama dengan pasangan seumur hidup. Kamu harus mampu membuang ego, menerima kekurangan pasanganmu, memahami pasanganmu. Tuhan tidak akan memberikanmu jodoh ketika hatimu belum siap dan waktumu belum siap. Tuhan tau waktu yang tepat bagimu kapan dan siapa yang akan menjadi pendampingmu. Jika saat ini kamu belum menikah bukan berarti kamu tidak laku, tapi apakah hatimu sudah siap? Mungkin kita berkata saya sudah siap tapi kenapa Tuhan belum memberikan jodoh? Sejauh mana sudah kamu doakan? Sejauh mana persiapanmu? Barangkali masih ada masa lalu yang belum kamu selesaikan, barang kali kamu masih memilah2 ah kalau begini nanti begini artinya kamu masih ngotot harus seusai dengan yang di hatimu.
Tidak perlu galau karna teman sekolah atau teman sebaya sudah menikah, ingatlah jodoh itu tidak pernah tertukar dan Tuhan pasti mengirimkannya saat kamu sudah siap dan membutuhkannya. Bukan karena semata karna kamu ingin menikah maka jodoh pun datang. Mungkin teman temanmu sudah menemukan jodoh bahkan sudah mempunyai anak sedangkan kamu masih berjuang menunggu dan mencari jodoh. Kamu mulai khwatir dengan usia yang semakin matang. Sebenarnya menikah bukan perkara usia yang sudah matang saja tapi butuh konsistensi dan tanggungjawab. Janganlah ingin menikah karena baper atau lelah sendiri mgkin menghadapi pertanyaan orang lain tapi karena kamu sudah siap.
Saya tau bagaimana rasanya ketika ada kaum yang selalu bertanya kapan menikah? Jawab saja dengan senyum doakan yaa😃Tenang saja, kamu tidak sendiri masih banyak juga yang mendapat pertanyaan seperti itu ketika usia mulai menua. Percayalah janji Tuhan
Manusia di ciptakan berpasang-pasangan termasuk kamu. Rencana Tuhan indah pada waktunya. Bersabarlah karena setiap orang memiliki waktu tersendiri maka fokuslah kepada waktu tang kita miliki bukan waktu orang lain.
Mungkin kamu melihat teman-temanmu sepertinya bahagia, yakinlah kebahagiaan itu lwbih besar ketika kita mencintai diri kita sendiri, kebahagiaan berasal dari diri sendiri. Jangan pernah membandingkan dirimu dengan yang lain belum tentu mereka bahagia. Ada banyak orang karna kena syndrom menikah jadi meghalalkan segala cara, bahkan menjadi orang penyebab air mata orang lain. Bagaimana bisa kamu menjadi panutan bagi anak2 mu nanti kalau kamu menjadi orang penyebab luka bagi orang lain? Jadi pikirkanlah masak masak mau jadi orang tua seperti apa kamu kelak..
Percayalah Tuhan melihat seberapa besar kesabaran, perjuangan dan doamu.
Dalam menikah, pasti selalu ada harapan bahwa pernikahan yang nantinya dijalani bukan hanya sekedar pernikahan dalam waktu singkat saja, tetapi akan menjadi pernikahan yang pertama sekaligus terakhir sampai maut memisahkan
Tentu saja, diperlukan sikap bijak dan berhati-hati dalam memilih dan menentukan si dia yang akan menikah denganmu dan menjadi pasangan hidupmu karena pernikahan yang cenderung terburu-buru dalam memilih akan beresiko buruk pada pernikahan yang nantinya berjalan.
Sebuah penelitain yang dimuat dalam Journal of Family Psychologydan dilakukan University of Alberta menemukan bahwa mereka yang menikah di usia lebih tua atau lebih lambat dari teman-temannya ternyata memiliki level kebahagiaan dan kepercayaan diri lebih tinggi dibanding mereka yang menikah muda.
Jadi, daripada terus khawatir dan menghabiskan waktu sia-sia hanya dengan bertanya "kapan jodohku datang?" harusnya dirimu lebih fokus meningkatkan kualitas diri, memapankan diri dan membahagiakan diri selagi sendiri, karena pernikahan akan datang di waktu yang tepat, dan menikah muda bukan jaminan dirimu bakal bahagia.


Etitawarni_Situmorang


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Saat Merasa Beban Hidup Terlalu Berat

It's just a number