Loving in memory my Beloved mom

Selasa, 13 November 2018 at 21.00 p.m

Tepat pada hari itu adalah hari dimana Tuhan memanggil ibunda kami tercinta dari Rumah Sakit adam malik medan. kehilangan seorang ibu itu rasanya sangat sulit untuk menerimanya. tapi kami yakin bahwa mama kami juga sudah bahagia sudah sembuh penyakitnya tida merasakan sakit lagi. memang waktu itu saya tidak percaya dan tidak terima kenapa secepat itu Tuhan? kami masih membutuhkan mama kami. terutama saya adalah orang yang sangat tidak terima dengan kepergian mama secepat itu. banyak hal yang kusesali stelah kepergin mama. bahkan berulang kali saya mencoba menenangkan diri tapi saya tidak mampu menerima kepergian mama. kenapa Tuhan begitu banyak cobaan yang kami alami? selama hampir 3 tahun mama kami berulang kali penyakitnya kambuh. Pada tahun 2015 tepat bulan desember disitulah awal mama kami sakit. waktu itu saya pulang masih di medan saya dengar mama kami dibawa ke rumah sakit. disitu mama ami diagnosa dokter penyakit jantung tetapi belum tau kepastiannya. setelah saya sampai dikampung mama kami sudah dirumah. tetapi setelah renacan mau balik kejakarta mama kami sakit lagi akhirnya saya membawa kesiantar untuk cek. sepanjang jalan saya hampir menangis melihat mama saya capek, sesak. belum lagi transport ke rs susah. dan rasa kecewa juga rs waktu itu tidk ada dokter. sehigga kami harus balik dan tidak tau mau kemana keluarga jauh2 melihat kondisi mamyang semkin sesak. akhirnya kami pergi ke sidamanik kerumah tanteku sampai disana ditengah jalan kami harus berjalan kaki kerumah tanteku. tapi saya salut melihat mama berjuang untuk menjalani setelah sampai disana mama kami bisa istirahat. besoknya kami kembali kesiantar untuk bawa mama berobat sampai di rs saya mendaftarkan padahal pake umum, lama sekali prosesnya hampir 3 jam kami menunggu tak dipanggil akhirnya saya smperin perawat2nya dan saya katakan "kalian tidak lihat kondisi orang? setelah itu mama kami disuruh cek dan diperiksa saya bilang saya mau mama kami dirawat pake umum. tapi saya kcewa lagi mama kami ditempatkan diruangan yg sangat banyak orang sakit ntah penyakit apa aja, bau dan brisik macam pasar loak. akhirnya saya katakan tidak ada ruangan ya? tidak ada ka. ga ga saya ga mau mama kami dirawat diruang beginian. udah ga usah hampir mau di infus. mana dokternya saya lgsg ke klliniknya aja. akhirnya bertemu dokternya dikasi alamt klinik. kami pergi naik becak lagi itu sudah sore. sampai di klinik dokernya malah bilang tidak apa2 dan hanya dikasi obat dan disuruh pulang keadaan mama pucat, batuk, sesak? what the fuck?? dan itu sudah malam. kami tidak tau mau pulang kemana. akhirnya saya cari2 diinternet penginpan setelah sampai disana mama istirhat apa2 tak bisa dimakan. besok paginya dia bilang pulanglah inang kejakarta nanti dipecat kau. pulanglah kami kekampung tak ada gunanya kita disini. mama udah sehat ko tapi dengan berat hati dan tidak sanggup meninggalkan keadaan mama gpp dipecat mama yg penting sehat. ga usah inang baliklah. akhirnya bapa sama mama saya antar ke terminal dan saya pergi ke medan. betapa terkejutnya di sms pimpinann saya bahwa saya akan dipecat kalau tidak sampai besok. dan waktu itu tiket sangat mahal dan saya tidak punya uang naik pesawat. ya udalah kalau memang dipecat apa boleh buat saya putuskan naik kapal laut. selama 4 hari dikapal sampai dijakarta saya pergi ketempat kerja saya memang betulan saya tidak diterima lagi. yah saya ttp tenang dan memutuskan kembali kebatam. setelah sampai dibatam saya bekerja keadaan mama kami sering sakit katanya dan sering dibawa berobat hampir 2 tahun begitu. pada desember 2017. penyakit mama benar2 parah mendengar telf dari kampung saya langsung pulang. setelah sampai dikampung saya melihat keadaan mama tergletak, sesak, kaki bengkak. saya menangis besoknya kami bawa berobat kemedan.  2 minggu di rumah sakit mama kami mendingan dan kata dokter bisa dibawa pulang. dan kami putuskan mama kami bawa kebatam setelah sembuh dan kami rawat. sampai dibatam betapa saya sedih kami harus bekerja terkadang mama kami harus tinggal sendiri dirumah akhirnya dia tidak betah. minta pulang. sampai dikampung sering bolak balik ke rs. dan saya pun sering pulang ke medan menemani mama. ingin rasanya saya menggantikan posisi mama, ingin rasanya sakitnya itu pindah kesaya. berulang kali dia di infus, di ronsen, di eco. mama kami kuat slalu bilang gpp ianang sehatnya aku. kalau sehat aku bisanya aku ketempatmu kamu bawa? dan waktu itu saya ditempatkan  ketanjung pinang bekerja ya ma, sehat lah yaa.. 
saya percaya bahwa mama kami telah berjuang dan sudah membarikan yang baim semasa hidupnya. mama kami telah siap dipanggil Tuhan. mama kami adalah orang yang baik semasa hidupny baik terhadap orang lain disekitarnya, keluarganya terlebih terhadap kami anak2nya. dialah salah satu motivasi saya sehingga saya bisa kembali bangkit dan semangat mengingat perjuangan mama kami mulai dari kecil hingga kami kuliah. 

akhirnya bulan november 2018 mama kembali lagi ke rumah sakit karna tidak kuat melihat keadaan mama saya putuskan untuk pulan ke medan sehari sebelum kepergian mama. tapi begitu terkejutnya aku sampai di pinang saya pergi ke klinik dan dijalan ditelf abang ipar, mama udah pergi dk! dan saya tidak bisa berkata apa2 rasanya saya mau mati saja mendengar, sesak, di jalan itu saya sudah mau jatuh temanku menguatkan dan memegangiku sampai di mess saya berteriak memanggil mama, saya menjatuhkan badan saya, berguling2 ga ma, jangan pergi tunggu aku ma kau mau pulang sekarang. teman guru menenangkanku dan ikut beresin barangku untuk dibawa pulang. sepanjang malam saya menunggu hari itu berlalu dan segera pulang menemui mama berharap saya masih bisa ngobrol, cerita memanggil dia. beskonya saya segera pulang saya lgsg dari tanjung pinang dan kaka, ab ipar sama adek dri batam. yah saya berharap saya sampai dirumah mama menyambut kami dengan senyum duduk di sofa itu.
 tapi yang kami jumpai sekerumunan orang, menyanyikan lagu kematian saya membangunkan mama tapi dia tidak lagi menjawab, dia diam, dia tidak mendengar dia tidak peduli. mamaku sayaaaaaaaang betaapa aku merindukanmu. setiap hari aku menangis, menyesal saya tidak pernah membahagiakan mama, saya tidak pernah membuat mama senang. dia datang kebatam saya hanya mementingkan pekerjaan, saya meninggalkan mama sendiri dirumah. mamaku sayang kenapa secepat itu mama pergi? setiap hari saya berontak kenapa Tuhan? saya malah menghitung masalah2 yg datang sama saya. saya rasa ini terlalu berat Tuhan. tapi seiring waktu penguatan dari teman2, saya berdoa Tuhan menenangkan hati saya. ya aku tau selepas dari kejadian itu hidupku tak akan pernah lagi sama.
Dalam kesedihanku itu, aku teringat akan kisah Ayub, seorang yang hidup berkelimpahan namun kehilangan segalanya dalam sekejap. Ayub kehilangan hartanya, anak-anaknya, istrinya, bahkan kesehatannya. Dalam kondisi Ayub yang mengenaskan, seharusnya Ayub bertanya-tanya kepada Tuhan mengapa Dia menimpakan malapateka ini. Ayub tidak pernah berbuat jahat, bahkan Tuhan sendiri pun menyatakan bahwa tidak ada orang lain di bumi yang saleh, jujur, dan takut akan Allah seperti Ayub (Ayub 1:8). Tetapi, karena kesalehan dan kejujurannya itu, Allah malah membiarkan Ayub dicobai oleh Iblis. Apakah ini berarti berarti Allah kejam?

Banyak kata -kata penghiburan dari orang tua dikampung, teman-teman dinbatam, satu gereja. dalam hati saya malah bilang ahh karna kalian yg tidak mersakan. ya memang benar selama kita tidak mengadu pada Tuhan kita tidak akan pernah damai, hati kita selalu berontak. berbulan-bulan saya merasakan kesedihan itu tidak sanggup menerima kepergian mama karna yang saya harapkan mama bisa melihat kami sukses, sampai berumah tanga, sampai menggendong cucunya tapi Tuhan brkata lain. saya ingat firman tak terselami rancangan Tuhan tidak seorangpun mengetahui jalan2 Tuhan. tetapi percayalah bahwa rencanaku adalah merancangkan masa depan yang terbaik. tidak satupun yang terjadi dalam hidup kita di luar pengetahuan Tuhan. Tuhan mengijinkan segala sesuatu terjadi karna Dia merancangkan yng terbaik bagi kita. yah saya ingat adik2 saya masih ada yg sekolah, terutama adek kami paling kecil masih sangat membutuhkan kehadiran mama. Tapi semua yang terjadi sudah kehendak Tuhan atu hal yang saya percya tidak sekalipun Tuhan membiarkan kami. memang ditahun2 itu ada banyak masala yang kami hadapi. Ketika momen yang menyakitkan itu datang, aku bertanya-tanya mengapa Allah mengizinkan ini semua terjadi? Di awal kepergian mama, aku berjuang untuk percaya bahwa Tuhan sungguh bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagiku sekeluarga. Tapi, tetap saja aku belum dapat memahami seutuhnya mengapa Dia memanggil mama secara mendadak di saat masih banyak hal yang ingin kami lakukan bersama. Tapi Tuhan baik tidak membiarkan saya larut dalam kesediahan. Tuhan selalu menguatkan baik lewat teman-teman, firman Tuhan yang saya dengar di ibadah2.
ketika aku melihat dari perspektif manusia pada umumnya, maka aku akan menjawab “ya” bahwa Allah itu kejam. Allah adalah Allah yang kejam karena membalas kesalehan dan keujuran Ayub dengan kemalangan dan malapetaka. Namun, sekali lagi, itu jika aku hanya melihat dari perspektif manusia saja. Sebagai manusia, seringkali aku berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan kepastian dan ketenangan dalam hidup. Salah satu caranya adalah dengan cara merasionalkan Allah dan memasukkan-Nya ke dalam kerangka berpikirku sendiri. Jika aku melayani Allah, maka Allah akan baik padaku. Jika aku setia dan taat, maka Allah akan melimpahiku dengan berkat. Begitu pula sebaliknya. Cara pikir seperti ini membuatku menganggap bahwa apa yang Allah lakukan atau berikan kepadaku itu tergantung dari sikap dan perbuatanku. Dengan demikian, sebenarnya aku sendirilah yang menentukan bagaimana Allah harus bersikap atau bertindak.
Kisah Ayub yang tertulis dalam Alkitab menyatakan bahwa Allah bekerja di luar kendali manusia. Pikiran Allah berada jauh di luar jangkauan pemikiran manusia. Dalam Ayub 38, Allah menjawab pertanyaan Ayub dengan menyatakan kedaulatan-Nya atas semesta.

Ada begitu banyak hal dalam kehidupan ini yang sulit untuk dimengerti, termasuk mengapa Allah memanggil pulang mama begitu cepat. Tetapi, satu hal yang aku tahu dengan pasti yaitu Allah itu baik dan penuh kasih. Allah itu baik bukan hanya karena Dia memberikan keberhasilan atau kesuksesan, tetapi karena Dia memang baik. Allah penuh kasih bukan hanya karena Dia memberikan berkat, tetapi karena Dia adalah kasih. Oleh karena itu, aku belajar menerima bahwa di balik kepergian Mama, Allah melakukannya dalam hikmat dan kasih-Nya bagiku sekeluarga.

Aku percaya bahwa Allah begitu bijaksana dan Dia tidak mungkin salah. Allah begitu baik dan tidak mungkin berlaku jahat. Jadi, ketika aku tidak mengerti rencana-Nya, ketika aku tidak mampu melihat tangan-Nya, aku dapat mempercayai hati-Nya.

satu Firman Tuhan yang saya ingat adalah berharga dimata Tuhan kematian semua orang yang dikasihinya.  (mazmur 116: 15)

selamat jalan mamaku sayang terimakasih untuk segala perjuanganmu bagi kami anak-anakmu. erimakasih untuk setiap nasihat, motibvasi, semangat yang mmembuat saya bangkit dan kuat sampai hari ini. 

                                                           miss u mom, love u as always

                                                                              Etitawarni






x

Comments

Popular posts from this blog

Saat Merasa Beban Hidup Terlalu Berat

It's just a number